Pages

Sekarang Giliran Bang Pop Bicara Penemuan Ilmu



Langsung to the point saja bahwa sebenarnya diskusi Bang Pop ini tidak jauh berbeda dengan wejangan Mas Kuhn bahwa ilmu selalu mengalami perkembangan. Namun yang perlu digaris bawah adalah bahwa Bang Pop ini lebih menekankan pada pola penemuan ilmunya, berbeda dengan Mas Kuhn yang mungkin dari pandangan subyektif saya sebagai orang "ngemis ilmu" dinilai lebih umum karena berbicara perkembangan secara luas. Jadi untuk para pembaca, saya tekankan lagi bahwa Bang Pop lebih fokus pada proses penemuan sebuah ilmu dalam rangkaian perkembangan ilmu itu sendiri.

Ternyata sama dengan Mas Kuhn bahwa Bang Pop ini juga seorang epistemologist yang terpaku pada metode-metode positivis namun juga melakukan autokritik pada positivis terdahulu yaitu positivis logika induktif yang akhirnya dibantai habis-habisan oleh abang kita tercinta ini. Bang Pop merasa spesimis bahwa logika induktif  ini dapat membawa sebuah kebenaran yang terbaik dalam menjelaskan segala fenomena sosial yang ada. Bang Pop akhirnya menjelaskan bahwa sebuah kebenaran dalam logika induktif harus dibuktikan oleh logika deduktif dimana sebuah kebenaran harus dikonfirmasi ulang agar ditemukan sebuah kebenaran yang sebenarnya.

Berbicara tentang sebuah kebenaran, Bang Pop ternyata mengatakan bahwa tidak ada kebenaran yang absolut di dunia ini. Perlu dicatat, bahwa kebenaran di dunia ini khususnya kebenaran yang dibuat manusia hanyalah bersifat temporal atau sementara. Menurut saya sebagai orang "pengemis ilmu" memang ada benarnya bahwa kebenaran di dunia ini adalah sementara, mengingat hidup saya di dunia juga sementara dan kebenaran mutlak ada di tangan Tuhan YME. Kebenaran menurut Bang Pop ini juga masuk akal karena kebenaran di dunia ini adalah sebuah kesepakatan antar manusia saja. "Asal semua manusia sepakat maka benar" ya begitulah gambaran sederhananya. Waduh, Bang Pop ternyata kurang puas membuat orang menjadi spesimis akan kebenaran ternyata, dia dulu bilang bahwa kebenaran di dunia ini hanyalah sebuah probabilita karena konteks sekarang tidak bisa disamakan dengan konteks kedepan. Sebuah pernyataan yang yang memiliki probabilita yang paling besar maka itulah yang patut dijadikan ilmu pengetahuan.

Berbicara tentang kritik tentang sebuah kebenaran, bukan berarti Bang Pop sepenuhnya tidak menerima kebenaran, Bang Pop tetap menerima apapun kekurangannya kok. Tapi tetap saja harus ada syaratnya yaitu bahwa ketika semua manusia tidak memiliki alasan untuk menolak sebuah pengetahuan. Ibarat mereka sudah tidak bisa makan kalau tidak ada nasi ya mereka harus menerima pengetahuan dan nasi itu. Sungguh ironi memang sebenarnya jika kita melihat ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang harus dipaksakan. Tapi bagaimana lagi, inilah satu-satunya cara menerima kebenaran menurut dia.

Ada satu hal lagi yang diomongin sama Bang Pop yaitu tentang demarkasi. Demarkasi adalah batasan untuk menilai sesuatu dikatakan ilmiah atau tidak ilmiah. Menurut Bang Pop demarkasi malah membuat rancu sebuah kebenaran. Kebenaran itu bisa muncul dari mana saja, tidak harus dari demarkasi kaku yang ditetapkan oleh sebuah ilmu pengetahuan. Bang Pop pernah menghina dengan menyebut ilmu pengetahuan yang kaku berpegang pada demarkasi adalah ilmu pengetahuan yang culas dan tidak mau menerima kebenaran dari sisi lain yang mungkin lebih benar daripada demarkasi itu.

Karena Bang Pop ini tipe orang yang sangat sibuk dan waktu sudah sore, akhirnya Bang Pop mengakhiri "diskusinya".  Ya dari semua itu dapat kita simpulkan bahwa Bang Pop itu intinya mempunyai niat yang baik bahwa dia ingin sekali penemuan ilmu itu lebih benar dengan mengkonfimasi kembali penemuan (logika deduktif) yang ada dengan logika deduktifnya. Selain itu Bang Pop mengajak kita untuk lebih kritis terhadap sebuah kebenaran yang mengaku pada kebenarannya absolut. Walaupun kita akhirnya kebenaran akhirnya diterima dengan dipaksakan karena tidak mempunyai alasan untuk menolak.

Ket: Bang Pop adalah Karl Popper yaitu seorang epistemologist yang menulis sebuah buku tentang filsafat ilmu dengan judul The Logic of Scienctific Discovery.

Tulisan ini merupakan resume inisiatif pribadi penulis dari mata kuliah filsafat kriminologi FISIP UI dengan gaya penulisan yang berbeda.  

btemplates

0 komentar:

Posting Komentar